Gagal Happy Ending, Banur Tetap Bangga dengan Perjuangan PSIS

Gagal Happy Ending, Banur Tetap Bangga dengan Perjuangan PSIS PSIS Semarang gagal mencukupi ambisinya untuk mengakhiri Shopee Liga 1 2019 bersama dengan happy ending. Tim Mahesa Jenar takluk 2-3 berasal dari Bhayangkara FC di Stadion Moch Soebroto, Sabtu (21/12/2019).

PSIS berhasil unggul lebih pernah berkat gol yang disarangkan gelandang berpaspor Palestina, Jonathan Cantillana, terhadap menit ke-13 dan 16′. Akan tetapi, Bhayangkara dapat bangkit dan berbalik unggul lewat gol Anderson Salles (8′), Sani Rizky (41′), dan Bruno Matos (48′).

Hasil minor ini sekaligus menjadi kekalahan ke Taruhan Bola dua secara beruntun yang didapat PSIS. Pada pekan sebelumnya, Tim Mahesa Jenar juga dipermalukan tamunya Madura United bersama dengan skor 2-3.

Target PSIS yang dapat masuk 10 besar di klasemen Liga 1 2019 wajib kandas. Kini, mereka turun ke peringkat 13 bersama dengan nilai 43. Prestasi musim ini dapat dibilang menurun, mengingat Hari Nur Yulianto dkk. berhasil finis di posisi 10 terhadap musim 2018.

Meski demikian, pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, selalu mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Ia menyebut timnya sebetulnya dapat menang kecuali dapat memakai kesempatan yang didapat.

“Pastinya saya selalu bangga dan respek bersama dengan anak-anak. Walau kalah, tapi permainan kami justru lebih bagus,” ujar Bambang Nurdiansyah.

“Lebih banyak miliki kesempatan ketimbang Bhayangkara FC, mereka tersedia kesempatan dan gol. Sementara itu, kami miliki banyak kesempatan tapi minim gol. Belum untung saja saya kira,” ungkap pelatih yang akrab disapa Banur itu.

Ia menghendaki para pemainnya untuk tidak larut didalam kekecewaan meski gagal mencukupi obyek khusus, yakni prestasi yang lebih baik. Bertahan di Liga 1 untuk musim depan bersama dengan perjuangan yang luar biasa, diharapkan menjadi pembelajaran PSIS Semarang didalam menghadapi kompetisi musim 2020.

“Kesimpulannya anak-anak ini sebetulnya miliki potensi besar, cuma wajib dipersiapkan bersama dengan lebih baik lagi. Tetap bermain bersama dengan hati, lantas memahami dapat profesi, saya percaya mereka dapat berkembang,” memahami sang pelatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *