Kemenhub Ingatkan Cuaca Ekstrim Hari Ini 2020

Kemenhub Ingatkan Cuaca Ekstrim Hari Ini 2020

Guna mengantisipasi cuaca ekstrem di perairan Indonesia, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali mengingatkan kepada semua pihak baik para petugas di lapangan, operator kapal maupun penduduk pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai cuaca ekstrem di perairan Indonesia terutama di dalam tujuh hari ke depan.

Peringatan ini tertuang di dalam Maklumat Pelayaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 102/PHBL/2020 tanggal 26 Oktober 2020 perihal Waspada Bahaya Cuaca Ekstrem Dalam Tujuh Hari ke depan.

Maklumat Pelayaran Dirjen Perhubungan Laut yang ditandatangani oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad memerintahkan kepada semua jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terutama para Kepala Syahbandar Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), Kepala KSOP Khusus Batam, para Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) dan Kepala Distrik Navigasi di semua Indonesia agar senantiasa mewaspadai terdapatnya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia, terutama di dalam selagi tujuh hari ke depan.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diperkirakan tujuh hari ke depan yakni menjadi tanggal 25 s.d. 31 Oktober 2020 akan terjadi cuaca ekstrem di beberapa perairan di Indonesia, bersama tinggi gelombang antara 4.0 s.d 6.0 meter di perairan Enggano, Bengkulu, perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Barat Kepulauan Mentawai sampai Lampung, perairan selatan Banten sampai Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Banten sampai NTT, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Bagian Selatan.

Untuk tinggi gelombang antara 2,5 sampai 4.0 meter akan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Laut Natuna Utara, Perairan Selatan Jawa Tengah sampai Pulau Lombok, Selatan Bali sampai Selat Lombok Bagian Selatan, perairan Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P Simeleu, Selat Sunda Bagian Utara, Perairan Selatan Kupang sampai Pulau Rote, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Banten sampai Jawa Barat, Perairan Pulau Sawu, Laut Timor Selatan, NTT, Perairan Selatan Banten sampai Jawa Barat.

Sedangkan gelombang sedang antara 1,5 s.d 2,5 meter akan terjadi di Padang, Laut Natuna Utara, perairan Kep Anambas, dan Kep Natuna, Laut Natuna, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Kep. Sabalana, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Kep Sabalana, Perairan Kep Selayar, Teluk Bone Bagian Selatan, Perairan Bau-Bau dan Kep. Wakatobi, Laut Flores, Perairan Utara NTT, Laut Sawu, Perairan P Sabu dan P Rote, Perairan Kep Sangihe Talaud, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Selatan Kep Sula, Laut Seram, Perairan P Buru dan P Seram, Laut Banda, Perairan Kep Sermata-Leti, Perairan Kep Babar-Animbar, Perairan Kep Kai-Aru, Laut Aru, Laut Arafura.

Terkait bersama hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan agar semua Syahbandar untuk konsisten melaksanakan pemantauan kembali (meng-up to date) keadaan cuaca setiap hari melalui website www.bmkg.go.id serta menyebarluaskan hasil pemantauan bersama langkah membagikan kepada para pengguna jasa serta memasang di terminal-terminal atau area embarkasi dan debarkasi penumpang kapal.

“Apabila keadaan cuaca membahayakan keselamatan kapal, maka Syahbandar wajib menunda perlindungan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai keadaan cuaca di selama perairan yang akan dilayari amat safe untuk berlayar”, mengetahui Ahmad.

Selain itu, kepada semua Operator Kapal terutama para Nakhoda diminta agar melaksanakan pemantauan keadaan cuaca sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada Syahbandar selagi mengajukan permintaan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Dan selama pelayaran di laut tersebut, Nakhoda wajib melaksanakan pemantauan keadaan cuaca setiap 6 (enam) jam dan melaporkan hasilnya kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) paling dekat serta dicatatkan ke di dalam logbook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *