La Nina Bisa Jadi Ancaman Cuaca Di Indonesia

La Nina Bisa Jadi Ancaman Cuaca Di Indonesia

Tubuh Meterologi, Ilmu cuaca serta Geofisika( BMKG) menulis La Nina dapat menyebabkan cuaca berlebihan berbentuk hujan kencang yang diiringi angin cepat serta petir dalam rentang waktu seminggu ke depan.

Sebelumnta, BMKG mengingatkan curah hujan besar dampak kejadian La Nina pada Desember 2020 sampai Februari 2021. Kejadian La Nina ini pula terjalin berbarengan dengan gelombang MJO( Madden Julian Oscillation).

Alhasil BMKG mengimbau warga supaya senantiasa cermas serta berjaga- jaga kepada akibat yang bisa ditimbulkan situasi cuaca berlebihan semacam banjir, tanah gogos, banjir bandang, kubangan, angin cepat, tumbuhan rebah, serta jalur licin.

BMKG berkata La Nina ini terjalin di rentang waktu dini masa hujan Indonesia. Walhasil, La Nina dapat tingkatkan jumlah curah hujan di beberapa besar area.

La Nina sendiri dalam bahasa Spanyol berarti wanita kecil.

La Nina menggantikan rentang waktu temperatur dataran laut di dasar pada umumnya di Pasifik Khatulistiwa timur- tengah.

Akibat La Nina kepada curah hujan di Indonesia tidak sebentuk, bagus dengan cara spasial ataupun temporal, tergantung pada masa ataupun bulan, area, serta daya La Nina sendiri.

” Memo historis membuktikan kalau La Nina bisa menimbulkan terbentuknya kenaikan penumpukan jumlah curah hujan bulanan di Indonesia sampai 40 persen di atas wajarnya. Tetapi begitu akibat La Nina tidak sebentuk di semua Indonesia,” tutur Delegasi Aspek Ilmu cuaca BMKG Herizal dalam penjelasan sah, Senin( 19 atau 10).

Kegiatan La Nina serta MJO pada dikala yang berbarengan ini bisa berkontribusi penting kepada pembuatan awan hujan di area Indonesia. MJO di Indonesia terjalin dampak interaksi antara laut serta suasana di Samudra Pasifik serta Samudra Hindia yang mengapit Indonesia.

MJO berakibat pada kenaikan curah hujan diiringi angin cepat serta petir. Herizal menjelaskan

kejadian MJO sendiri ialah kejadian yang seragam dengan kejadian gelombang garis khatulistiwa, tetapi dengan pergerakan ke arah Timur pada kisaran rentang waktu sepanjang 22 hari di Indonesia.

” BMKG serta pusat layanan hawa yang lain semacam NOAA( Amerika Sindikat), BoM( Australia), JMA( Jepang) berspekulasi La Nina bisa bertumbuh lalu sampai menggapai keseriusan La Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan hendak mulai meluruh pada Januari- Februari serta selesai di dekat Maret- April 2021,” tutur Herizal.

Bersumber pada situasi itu di atas, BMKG memprakirakan

hendak terjalin kenaikan curah hujan dengan Keseriusan rimbun yang mungkin diiringi cepat ataupun petir serta angin cepat.

Buat rentang waktu 18- 24 Oktober 2020 akibat MJO berpotensi terjalin di area selanjutnya:

– Aceh

– Sumatera Utara

– Sumatera Barat

– Riau

– Jambi

– Bengkulu

– Sumatera Selatan

– Kep. Bangka Belitung

– Lampung

– Banten

– DKI Jakarta

– Jawa Barat

– Jawa Tengah

– DI Yogyakarta

– Jawa Timur

– Bali

– Nusa Tenggara Barat

– Kalimantan Barat

– Kalimantan Utara

– Kalimantan Timur

– Kalimantan Tengah

– Kalimantan Selatan

– Sulawesi Utara

– Sulawesi Barat

– Sulawesi Tengah

– Sulawesi Selatan

– Maluku Utara

– Papua Barat

– Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *