Longsor ‘seperti tsunami’ melanda tambang giok di Myanmar

Usaha pengamanan lalu bersinambung sejauh hari kepada banyak orang yang sedang diklaim lenyap di posisi peristiwa di area Hpakant, yang terdapat di negeri bagian Kachin.

Gelombang lumpur serta batu yang dipicu hujan kencang menimbun para pengumpul batu, tutur aparat pemadam kebakaran.

Gogos tambang batu giok di Myanmar, 90 orang tewas

Bidang usaha giok sulut bentrokan bersenjata di Myanmar

Batu giok Myanmar banyak diselundupkan

Myanmar ialah pangkal batu giok terbanyak di bumi, namun kerap terjalin musibah di bermacam posisi pertambangannya, serta korban paling banyak merupakan banyak orang yang mencari batu.

Semacam tsunami

Unit pemadam kebakaran Myanmar, dalam unggahannya di Facebook, berkata:” Para penambang batu giok dihantam gelombang lumpur, yang gogos sehabis hujan kencang.”

Dekat jam 19. 15 durasi setempat” terdapat 162 jenazah ditemui serta 54 orang yang terluka diselamatkan[ke rumah sakit],” ucapnya. Tidak terdapat nilai yang diinformasikan berapa jumlah orang yang sedang lenyap.

Menteri Hal Sosial negeri bagian Kachin, Dashi La Seng, berkata pada BBC Myanmar:” Seketika… gelombang lumpur raksasa berbaur air hujan mengalir kencang ke dalam lubang. Itu semacam tsunami.”

Hujan kencang bersinambung sejauh hari sepanjang cara pengamanan.

Usaha pengamanan lalu bersinambung sejauh hari kepada banyak orang yang sedang diklaim lenyap di posisi peristiwa di area Hpakant, yang terdapat di negeri bagian Kachin.

Polisi berkata beberapa masyarakat tidak memerhatikan peringatan yang dikeluarkan pada Rabu supaya tidak bertugas di area pertambangan sehabis curah hujan yang kencang.

Meski sedemikian itu, peringatan itu mungkin pula sukses melindungi banyak nyawa dalam gogos itu.

 

Film yang diabadikan dari posisi peristiwa menampilkan tanah gogos bernilai besar itu mengalir ke lubang besar ataupun situ di posisi pengerukan.

Maung Khaing, seseorang penambang berumur 38 tahun, berkata pada kantor informasi Reuters kalau ia memandang bukit kecil tanah sisa penambangan yang menjulang hampir ambruk serta banyak orang berteriak” kabur, kabur”.

” Dalam semenit, seluruh orang yang terletak di dasar[bukit] lenyap sedemikian itu saja. Batin aku terasa kosong…”

Ia berbicara:” Dalam semenit, seluruh orang yang terletak di dasar[bukit] lenyap sedemikian itu saja. Batin aku terasa kosong… Terdapat banyak orang yang terperangkap di lumpur berteriak memohon bantu, namun tidak terdapat yang dapat menolong mereka.”

Ratusan orang terkumpul di posisi tambang buat menyortir bagian puing- puing yang dibuang dari truk, berambisi menciptakan batu giok.

Unit pemadam kebakaran Myanmar, dalam unggahannya di Facebook, berkata:” Para penambang batu giok dihantam gelombang lumpur, yang gogos sehabis hujan kencang.”

Puing- puing tanah sisa galian itu menghasilkan lereng besar yang beresiko di area yang hadapi pembabatan hutan serta menyamai lanskap bulan.

Satu tahun dahulu, lebih dari 100 orang tewas di posisi pertambangan yang serupa.

Perdagangan batu giok di Myanmar dikabarkan berharga lebih dari US$30 miliyar tiap tahunnya.

Serta area Hpakant ialah web tambang batu giok terbanyak di bumi.

Menteri Hal Sosial negeri bagian Kachin, Dashi La Seng, berkata pada BBC Myanmar:” Seketika… gelombang lumpur raksasa berbaur air hujan mengalir kencang ke dalam lubang. Itu semacam tsunami.”

” Adat- istiadat mencari batu giok ialah salah satunya profesi untuk masyarakat di wilayah ini. Mereka tidak memiliki opsi,” tutur masyarakat setempat, Shwe Thein, pada BBC.

” Mereka hendak menggali dengan metode apa juga, apakah mempunyai permisi sah ataupun tidak.

” Meski gogos lalu terjalin, banyak badan, tercantum golongan bersenjata, yang ikut serta penambangan batu giok, berkata suasana di mari bagus.

” Jadi susah untuk bumi luar susah buat mengenali suasana jelas di mari,” ucapnya.

Reporter BBC Jonathan Head di Bangkok, Thailand, berkata hukum penambangan batu adiratna, terkini disahkan satu tahun dahulu.

Angkatan Myanmar dilibatkan dalam cara pencarian jenazah dampak gogos di posisi penambangan Hpakhant di negeri bagian Kachin, 2 Juli 2020.

Tetapi para pengkritik berkata penguasa Myanmar mempunyai sangat sedikit administratur terpaut dengan daulat terbatas buat bisa mengakhiri aplikasi bawah tangan.

Ia berkata, para aktivis mendakwa tentara, pengedar narkoba, golongan disiden serta kebutuhan bidang usaha Cina sudah mengatur perdagangan batu giok.

Para pihak itu pula dituduh menghindari pemanfaatan batu adiratna bernilai yang lebih nyaman serta lebih berkepanjangan.

Pada 2015 kemudian, tanah gogos di posisi penambangan batu giok di Kachin sudah membunuh sekurang- kurangnya 90 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *