Misteri Dagon hingga Bulan Terbentuk dari Tabrakan antar Kosmis

Gempar planetoid besar yang melesat mengarah dunia serta bagi para akademikus tidak dapat dijauhi, tetapi peristiwa ini amat sangat jarang. Para astronom mengatakan apalagi rahasia planet Dagon sampai bulan tercipta dari insiden tumbukan dampingi kosmis tetapi kejadian ini tidak sering terjalin sebab alam sarwa yang amat besar.

Apalagi lebih sangat jarang lagi buat menciptakan petunjuk atau fakta tumbukan kosmis. BACA JUGA- Harga Motor 2 Tidak Lalu Naik, Honda Dio Timbul dengan Wajah Baru

Para astronom menciptakan terdapat awan abu yang berkembang dalam informasi observasi Teleskop Hubble kepunyaan NASA atau Satu. Awan ini tercipta dari tumbukan besar yang sangat jarang antara 2 subjek besar yang memutari bintang Fomalhaut.

Fomalhaut merupakan bintang yang terletak pada jarak 25 tahun sinar dari Mentari. Bintang Fomalhaut 15 kali lebih jelas dari Mentari, serta pada tahun 2008 diumumkan mempunyai suatu planet. Exoplanet Fomalhaut b ataupun Dagon ditemui melalui observasi langsung oleh Teleskop Hubble pada tahun 2004 serta 2006. Planet Dagon dikenal mengitari bintang biangnya dari jarak 177 Angkatan udara(AU).

Observasi lain buat mempelajari planet Dagon malah berikan hasil berlainan. Terdapat yang menciptakan planet Dagon telah beralih posisi, terdapat pula yang menciptakan keajaiban pada orbitnya. Apalagi informasi observasi Teleskop Hubble pada tahun 2014 malah memerlihatkan planet Dagon lenyap dengan cara teratur.

Yang menarik, dari arsip observasi Teleskop Hubble, para astronom malah menciptakan awan abu yang amat besar di Fomalhaut. Awan abu itu ialah sisa puing- puing abu yang melating dampak tumbukan 2 subjek berdimensi 200 kilometer, ataupun selebar antara Inggris!

Bagian abu yang melating kala tumbukan terjalin membuat awan lalu berkembang hingga dimensi 160 juta kilometer. Lebih besar dari dimensi jalur Dunia di sekitar Mentari.

Subjek yang beradu diketahui bagaikan planetesimal. Walaupun terdapat tutur planet, tetapi barang ini bukan planet semacam yang kita tahu. Lebih persisnya, planetesimal merupakan planet kecil yang sedang belia serta tercipta dari batuan serta es. Wujudnya pula beraneka ragam serta belum bundar semacam planet. Buat jadi planet yang bundar, planetesimal sedang wajib menarik lebih banyak modul buat berasosiasi.

Temuan awan abu itu membuat para astronom beranggapan jika sepanjang ini yang diprediksi planet merupakan awan. Jadi, planet Fomalhaut b ataupun Dagon, tidak sempat terdapat!

Kelihatannya“ exoplanet” yang dicermati ialah awan abu yang lagi berkembang dampak tumbukan dasyat 2 subjek es seukuran planetoid. Subjek yang beradu mendekati dengan subjek bintang berasap di Sabuk Kuiper. Kala tumbukan terjalin, bagian modul melating serta membuat awan abu yang berkembang. Kala elemen abu terhambur ke zona yang lebih besar, awan jadi susah dideteksi.

Bagi para astronom, tumbukan dampingi subjek di jalur bintang Fomalhaut terjalin 200. 000 tahun sekali. Pasti saja peluang buat melihat tumbukan di bintang ini jadi insiden sangat jarang. Sebab itu, sisa tumbukan yang sukses dicermati ini ialah sesuatu peluang baik buat menguasai tumbukan kosmis!

Bulan yang dikala ini mengitari Dunia pula tercipta dari tumbukan planetesimal dikala Dunia terkini tercipta dekat 4, 5 miliyar tahun kemudian.

George Rieke, seseorang Guru besar Bupati Astronomi di Steward Observatory, berkata kalau tumbukan raksasa yang memusnahkan bumi merupakan” cap biru gimana planet silih memusnahkan.”

” Sistem bintang Fomalhaut merupakan makmal percobaan pamungkas buat seluruh ilham kita mengenai gimana exoplanet serta sistem bintang berevolusi,” tuturnya semacam dikutip dari Daily.

” Kita memanglah mempunyai fakta tumbukan semacam itu di sistem lain, namun tidak terdapat yang sebesar ini yang dicermati di aturan surya kita.” tandasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *