Petir dan Guntur, Bukti Keajaiban Ciptaan Allah Ta’ala

Kejadian petirdan geledek ialah salah satu fakta kehormatan Allah Azza wa Jalla. Tidak cuma insan hidup, Allah Taala pula daya menata serta menggerakkan barang mati cocok kehendak- Nya.

Pertanda alam semacam petir serta gemuruh pada masa hujan ialah satu dari banyak ciptaan- Nya yang pantas direnungi serta didapat pelajaran. Gimana langit menghasilkan suara serta kilasan sampai menghasilkan hujan merupakan salah satu mukjizat buatan Allah Taala.( Baca Pula: 7 Rahasia Hujan serta Kearifan yang Wajib Dikenal)

Buat dikenal, petir merupakan kilasan listrik di hawa diiringi suara gemuruh sebab bertemunya awan yang bermuatan listrik positif serta minus. Sebaliknya geledek merupakan suara menggelegar di hawa diakibatkan oleh halilintar. Terpaut kejadian petir serta geledek ini, Badan Syura Badan Rasulullah( MR) Al- Habib Nabiel bin Fuad Al- Musawa mengantarkan suatu bagian dalam Al- Quran. Allah Taala berkata:

أَلَمْتَرَأَنَّٱللَّهَيُزْجِىسَحَابًاثُمَّيُؤَلِّفُبَيْنَهُۥثُمَّيَجْعَلُهُۥرُكَامًافَتَرَىٱلْوَدْقَيَخْرُجُمِنْخِلَٰلِهِۦوَيُنَزِّلُمِنَٱلسَّمَآءِمِنجِبَالٍفِيهَامِنۢبَرَدٍفَيُصِيبُبِهِۦمَنيَشَآءُوَيَصْرِفُهُۥعَنمَّنيَشَآءُۖيَكَادُسَنَابَرْقِهِۦيَذْهَبُبِٱلْأَبْصَٰرِ

” Bukanlah kalian memandang kalau Allah memandu awan, setelah itu mengakulasi antara( bagian- bagian) nya, setelah itu menjadikannya bertindih- tindih, hingga kelihatanlah olehmu hujan pergi dari celah- celahnya serta Allah( pula) merendahkan( butiran- butiran) es dari langit,( ialah) dari( gumpalan- gumpalan awan semacam) gunung- gunung, hingga ditimpakan- Nya( butiran- butiran) es itu pada siapa yang dikehendaki- Nya serta dipalingkan- Nya dari siapa yang dikehendaki- Nya. Kilauan cepat awan itu hampir- hampir melenyapkan pandangan”.( QS An- Nur Bagian 43)

Habib Nabiel menerangkan, hujan di siang hari hingga petang hari merupakan karena terjadinya wilayah konvergen ataupun tempat berkumpulnya massa hawa yg membuat awan konvektif. Awan konvektif jadi awan Cumulonimbus( Cb) yang menimbulkan hujan rimbun turun diiringi petir. Apalagi pula tanda- tanda timbulnya angin puting- beliung( gust) pada awan Cumulonimbus yang seketika jadi hitam.( Baca Pula: Berkah serta Ibadah di Masa Hujan)

Filosofi sederhananya, hawa yang dipanaskan oleh mentari naik bawa molekul- molekul air yang menguap di dalamnya. Kala hawa yang naik ini menggapai ketinggian 2 hingga 3 kilometer, hawa tesebut bersinggungan dengan susunan hawa dingin. Dikala ekskalasi hawa, kristal- kristal es yang tercipta dalam awan membebaskan tenaga listrik statis yang tercipta karena pergesekan. Tenaga listrik ini memiliki faktor positif(+) di susunan atas awan serta faktor minus(-) di susunan dasar. Kala awan lumayan terisi buat mengionisasi hawa, petir juga meledak.

Tenaga yang dilepas oleh 1 petir lebih besar dari semua pusat generator daya listrik. Temperatur dijalur yg dilewati petir dapat menggapai 10. 000 bagian Celsius. Temperatur dalam pelebur besi saja antara 1. 050- 1. 100 bagian Celsius. Panas tangkapan petir terkecil dapat menggapai 10 kali lipatnya.

” Panas yang luar lazim ini berarti kalau petir dapat dengan gampang membakar serta memusnahkan semua faktor yang terdapat di wajah dunia. Laa hawla walaa quwwata illa billaah( tidak terdapat energi serta daya melainkan dengan bantuan Allah),” begitu uraian Habib Nabiel lewat account IG@habib_nabiel_almusawa.( Baca Pula: Lebih dari 100 Orang Berpulang Tersambar Petir di India)

Wallahu Taala Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *