Sejumlah Klub Tenar Ini Terpuruk di Kasta Bawah, Termasuk Sriwijaya FC

Sejumlah Klub Tenar Ini Terpuruk di Kasta Bawah, Termasuk Sriwijaya FC Tahun ini menjadi musim ke dua Sriwijaya FC berkutat di Liga 2 sejak terdegradasi pada 2018. Jika tak segera bangkit, tim berjulukan Laskar Wong Kito ini terancam dapat awet di kasta bawah.

Saat turun kasta berasal dari Liga 1 pada 2018, Sriwijaya FC dihajar krisis finansial. Begitu menjanjikan waktu menyusun skuat, gerbong Laskar Wong Kito runtuh waktu memasuki pertengahan musim. Satu per satu pemain menentukan hengkang dikarenakan gajinya tidak dibayarkan.

Sriwijaya FC hampir lagi ke Liga 1 untuk musim ini. Sudah Agen Sbobet melaju sampai babak empat besar Liga 2 th. lalu, Laskar Wong Kito dikalahkan Persita Tangerang 2-3 melalui babak adu penalti.

Saat kesempatan untuk naik kasta tetap tersedia di perebutan area ketiga, Sriwijaya FC termasuk kalah 0-1 berasal dari Persiraja Banda Aceh. Untuk th. depan, pasti Laskar Wong Kito menghendaki lagi berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Dengan usaha dan doa, serta bersama kerja mirip yang baik, kita menghendaki dapat lolos ke Liga 1. Semua pemain siap tempur bersama keadaan lumayan prima. Para pemain termasuk sangat antusias laksanakan latihan di hari pertama ini,” ujar pelatih Sriwijaya FC, Budiardjo Thalib.

Setelah mengakuisisi Persijatim Solo FC pada 2004, Sriwijaya FC melejit sebagai tim raksasa di kancah sepak bola Nasional. Laskar Wong Kito tercatat mengoleksi satu trofi Liga Indonesia pada 2007-2008 dan satu gelar Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, di mana waktu itu bukan persaingan resmi dikarenakan PSSI membentuk Liga Primer Indonesia.

Selain itu, Sriwijaya FC termasuk sukses tiga kali menjadi juara Copa Indonesia, yakni pada 2007-2008, 2008-2009, dan 2010.

Pelan-pelan, Persiwa Wamena menghilang bak ditelan bumi. Runner up Liga Indonesia musim 2008-2009 ini itu waktu ini terpuruk di Liga 3. Pada 2018 lalu, Persiwa dikabarkan merger bersama klub Bina Putra FC dan berubah kandang ke Cirebon.

Persiwa pernah disegani di kancah sepak bola Indonesia pada akhir 2000-an. Selain tempati peringkat ke dua musim 2008-2009, Badai Pegunungan termasuk mewakili Indonesia di Piala AFC 2010.

Beberapa pemain beken lahir di Persiwa. Sebut saja Ferdinand Sinaga, Boakay Eddie Foday, Erick Weeks, Pieter Rumaropen, dan Vendry Mofu.

Setelah promosi ke Divisi Utama, persaingan kasta tertinggi waktu itu pada 2006, tampilan Persiwa terbilang konsisten. Setelah tujuh tahun, Badai Pegunungan kelanjutannya menyerah dan terdegradasi ke Divisi Utama, level ke dua Liga Indonesia, pada 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *