Waspada Bencana Akan Banyak Tahun Ini Ungkap BPBD 2020

Waspada Bencana Akan Banyak Tahun Ini Ungkap BPBD 2020

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan kewaspadaan bencana alam sehubungan intensitas curah hujan di area ini condong meningkat.

“Kami mengoptimalkan Posko Utama untuk penyelamatan evakuasi sehingga tidak mengakibatkan korban jiwa jikalau setiap saat berlangsung bencana alam,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lebak Pebi Riki Pratama di Lebak, Ahad (25/10).

Petugas BPBD Lebak dan relawan tangguh sepanjang 24 jam lakukan piket bersama dengan secara bergantian untuk hadapi fenomena La Nina berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dimana fenomena La Nina berikut ditandai curah hujan meningkat disertai angin kencang, sehingga berpotensi bencana banjir, banjir bandang dan longsor.

Selama ini, lokasi Kabupaten Lebak “langganan” bencana alam jikalau curah hujan meningkat, dikarenakan terdapat area aliran sungai, pegunungan dan perbukitan.

“Kami tidak henti-hentinya mensosialisasi edukasi pencegahan sehingga penduduk minimal dapat menyelamatkan diri sendiri jikalau setiap saat berlangsung bencana alam,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, penduduk Kabupaten Lebak capai ribuan kepala keluarga tinggal di area rawan bencana alam.

Mereka tinggal di sekitar kaki Gunung Salak dan Halimun, aliran sungai dan perbukitan, bahkan bencana awal th. 2020 di area itu menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Selain itu juga kerusakan infrastruktur seperti jembatan, gedung pendidikan, pesantren, kantor desa dan kecamatan.

Peristiwa bencana alam di Kabupaten Lebak mengakibatkan korban jiwa sebanyak sembilan orang akibat banjir bandang dan longsoran.

“Kita jangan hingga terulang lagi kasus bencana alam itu,sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan hadapi bencana itu,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, BPBD Lebak sudah memetakan daerah-daerah rawan bencana alam dan nyaris di 28 kecamatan.

Pemetaan bencana alam itu guna kurangi risiko kebencanaan sehingga tidak mengakibatkan korban jiwa maupun kerusakan material yang besar.

Berdasarkan pengalaman kejadian bencana alam itu yang dijadikan hasil pemetaan, seperti area zona banjir dan banjir bandang dan longsor di Kecamatan Banjarsari, Sobang, Lebak Gedong, Curug Bitung, Sajira, Cimarga, Cipanas, Maja, Rangkasbitung, Cibadak, Cikulur, Warunggunung, Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Gunungkencana, Wanasalam, Malingping dan Bayah.

Untuk menanggulangi potensi bencana alam ini, kata dia, pihaknya berkoordinasi bersama dengan Basarnas Banten, Polairud Banten, Polri, TNI dan instansi terkait.

Selain itu juga sedia kan logistik dan memenuhi untuk kebutuhan mengkonsumsi sepanjang enam bulan ke depan.

“Kami bergerak cepat untuk lakukan penyelamatan evakuasi jikalau setiap saat berlangsung bencana alam. Dan, seluruh petugas dan relawan kebencanaan di Posko Utama selalu siaga dan dilengkapi peralatan evakuasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *